loading...
METEOR RAKSASA NT7 2002 AKAN MENGHANTAM BUMI PADA TAHUN 2019!
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Beberapa abad lalu, Rasulullah SAW sudah menjelaskan tentang akhir zaman
dan beberapa bencana dahsyat yang akan menimpa umat di seluruh dunia, salah
satunya Dukhan.
IlmuKlikYa - Ketika bencana besar datang secara
tiba-tiba, semua orang pasti akan panik karena tidak ada persiapan untuk
menghadapinya. Begitupun dengan akhir zaman, dimana akan banyak sekali kejadian
besar yang membutuhkan persiapan yang matang.
Jangan sampai karena kurangnya ilmu, lantas kita menjadi orang yang tidak tahu harus berbuat apa ketika masa itu tiba.
Beberapa abad lalu, Rasulullah SAW sudah menjelaskan tentang akhir zaman dan beberapa bencana dahsyat yang akan menimpa umat di seluruh dunia, salah satunya Dukhan.
Dukhan terjadi pada fase keempat, fase dimana umat Islam dipimpin oleh pemimpin yang diktator. Dukhan merupakan kabut asap yang gelap, tebal, tidak ada oksigen, dan teramat panas sehingga mengakibatkan bumi gelap gulita selama 40 hari 40 malam.
Lantas, kapan tepatnya Dukhan akan muncul?
Jangan sampai karena kurangnya ilmu, lantas kita menjadi orang yang tidak tahu harus berbuat apa ketika masa itu tiba.
Beberapa abad lalu, Rasulullah SAW sudah menjelaskan tentang akhir zaman dan beberapa bencana dahsyat yang akan menimpa umat di seluruh dunia, salah satunya Dukhan.
Dukhan terjadi pada fase keempat, fase dimana umat Islam dipimpin oleh pemimpin yang diktator. Dukhan merupakan kabut asap yang gelap, tebal, tidak ada oksigen, dan teramat panas sehingga mengakibatkan bumi gelap gulita selama 40 hari 40 malam.
Lantas, kapan tepatnya Dukhan akan muncul?
Sahabat IlmuKlikYa akhir-akhir ini ramai bermunculan berita akan adanya
meteor yang akan menabrak bumi, yaitu asteroid 2002 NT7. Asteroid 2002 NT7 ini
pertama kali di temukan oleh Para Ahli Astronomi di New Mexico pada 5 Juli 2002
sehingga dinamakan "Asteroid 2002 NT7".
Setelah melakukan penelusuran, diketahui kabar mengenai ancaman hantaman
meteor pada 2019 ini sudah ada sejak tahun 2002. Sebuah artikel yang dimuat
di disclose.tv pada 25 Januari 2008 menuliskan
bahwa peneliti asal Inggris dan AS memperkirakan sebuah asteroid besar akan
menghantam bumi pada 1 Februari 2019.
Dalam artikel itu, disebutkan bahwa NASA memprediksi
akan adanya benturan antara meteor dengan atmosfir bumi pada tahun 2019 yang
menjadi ancaman serius bagi planet bumi.
Disebutkan juga bahwa benturan itu akan mengakibatkan
suhu bumi memanas, kebakaran hutan dan terbentuknya awan debu tebal yang
membuat bumi gelap gulita selama satu bulan.
Setelah melakukan penelusuran, diketahui kabar
mengenai ancaman hantaman meteor pada 2019 ini sudah ada sejak tahun 2002.
Sebuah artikel yang dimuat di disclose.tv pada 25 Januari 2008 menuliskan bahwa peneliti asal Inggris dan AS
memperkirakan sebuah asteroid besar akan menghantam bumi pada 1 Februari 2019.
Para ahli astronomi di New Mexico menemukan asteroid
2002 NT7 pada 5 Juli 2002. Mereka lalu memperkirakan asteroid yang berdiameter
sekitar 2 sampai 4 kilometer itu berkemungkinan menghantam bumi pada 1 Februari
2019 dengan kans 1 banding 60.000.
"Hari ini, perhitungan kami menunjukkan
peluang 1 banding 60.000 asteroid itu akan menghantam bumi," kata
Alan Fitzsimmons, peneliti di National Space Centre, Leicester, Inggris.
Kabar itu pun mengejutkan masyarakat Inggris. Seorang
anggota parlemen Inggris, Lembit Opik bahkan mendesak pemerintah untuk tidak
mengabaikan ancaman itu. Ia menyatakan asteroid yang bergerak dengan kecepatan
28 kilometer per detik itu dapat menyebabkan gelombang pasang, kebakaran besar
dan aktivitas gunung berapi.
Dibantah NASA
Berselang 5 hari sejak kabar itu beredar, NASA
memberikan bantahannya atas isu yang meresahkan itu.NASA menyatakan bahwa
peluang asteroid 2002 NT7 menghantam bumi pada 2019 sangatlah kecil dan tidak
terlalu genting untuk dikhawatirkan.
"Ancamannya sangat kecil, dengan kemungkinan 1
berbanding 250.000. Perbandingan itu sangat kecil," kata Manajer Program
Near-Earth Object untuk Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, Don Yeomans dalam
wawancara di laman resmi NASA pada 30 Juli 2002
Para peneliti di Massachusetts Institute of Technology
memang telah merevisi peluangnya menjadi 1 banding 250.000, namun
masyarakat tetap resah akan isu tersebut.
Senada dengan NASA, Karen Masters (associate professor di
Haverford College Pennsylvania) juga menyatakan bahwa kecil kemungkinan
asteroid 2002 NT7 akan menghantam Bumi pada 2019 atau 2-3 tahun mendatang.
Bahkan, ia memperkirakan bahwa asteroid 2002 NT7 tak lagi berpotensi
menimbulkan ancaman bagi Bumi.
Astronom lulusan Cornell University Amerika Serikat
dan Oxford University Inggris itu memberikan penjelasan tertulis dalam laman
resmi Cornell University:
"Menurut kalkulasi 2004 (pembaruan atas kalkulasi
2002), kemungkinan asteroid itu menghantam Bumi adalah 1 berbanding 100.000
yang masuk dalam kategori berisiko sangat minim," kata Masters.
"Per data Juli 2015 (yang dihimpun oleh Masters
dari Cornell University, NASA dan beberapa lembaga lain), asteroid itu TIDAK
akan bertabrakan dengan Bumi dalam waktu dekat."
"Menurut kalkulasi (tahun 2015), pada 15 Januari
2099, asteroid itu (2002 NT7) akan berjarak 0,37 AU (astronomical unit)
dari Bumi (atau lebih dari 100 kali jarak Bumi ke Bulan, yakni sekitar 384-400
juta km). Dan itu adalah jarak terdekatnya dengan Bumi hingga setidaknya tahun
2199," jelas Masters.
"Asteroid 2002 NT7 pun juga sudah tidak dianggap
ancaman berbahaya bagi Bumi ... karena, berdasarkan data dan model kalkulasi
yang ada, 2002 NT7 tidak akan menabrak Bumi."
"Lantas, bagaimana jika ternyata benar-benar ada
sebuah asteroid yang berada di lintasan untuk menabarak Bumi? Lembaga
Antariksan Nasional akan mengeluarkan peringatan sejak beberapa tahun
sebelumnya. Dan dengan teknologi yang terus dikembangkan, ilmuwan bisa
membelokkan atau menghancurkan objek itu saat masih berada di angkasa
luar," lanjutnya.
Masters juga mengimbau agar publik tidak gampang
termakan pemberitaan media dan harus terus bersikap skeptis.
Ia menganjurkan agar publik meninjau situs-situs resmi
badan antariksa nasional setempat atau badan antariksa asing seperti
laman Asteroid Watch dan Near-Earth
Object Program yang dikelola NASA, agar tidak termakan tentang
informasi atau berita hoaks seputar asteroid yang menghantam Bumi.
Di media sosial, kutipan berita ini kerap
disangkutpautkan dengan datangnya akhir zaman atau kiamat. Bahkan ada beberapa
yang menyebarkan bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2019.
Apapun bencana yang akan terjadi di Bumi ini, semua tidak lepas atas kehendak Allah SWT. yang harus kita persiapakan adalah Amalan Sholihah kita, bagaimana kita tetap beribadah kepada Allah SWT, mempersiapkan diri sebagai bekal kehidupan kita di Akhirat kelak.
Wallahualam bissowab.
Apapun bencana yang akan terjadi di Bumi ini, semua tidak lepas atas kehendak Allah SWT. yang harus kita persiapakan adalah Amalan Sholihah kita, bagaimana kita tetap beribadah kepada Allah SWT, mempersiapkan diri sebagai bekal kehidupan kita di Akhirat kelak.
Wallahualam bissowab.




No comments:
Post a Comment